Berita Pasar Kripto – Januari 2026
Bitcoin Menguat, Ethereum Stabil, Regulasi Global Mulai Mengkristal
Pergerakan Harga Utama
- Bitcoin (BTC): Menguat di kisaran $92.000–$95.000, didorong oleh permintaan institusional pasca-peluncuran ETF spot Bitcoin oleh bank-bank besar Eropa dan Asia. Minat dari dana pensiun AS juga meningkat.
- Ethereum (ETH): Berada stabil di $4.100–$4.300. Upgrade Ethereum Pectra (gabungan dari Prague & Electra) yang diluncurkan akhir 2025 meningkatkan skalabilitas dan efisiensi jaringan.
- Solana (SOL) & Avalanche (AVAX): Keduanya menguat lebih dari 20% dalam sebulan berkat lonjakan aktivitas di sektor DeFi dan real-world assets (RWA).
Regulasi Terkini
- Amerika Serikat: SEC akhirnya mengesahkan beberapa ETF Ethereum spot, membuka pintu bagi aliran modal institusional besar.
- Uni Eropa: Aturan MiCA (Markets in Crypto-Assets) telah diterapkan penuh sejak pertengahan 2025, memberikan kepastian hukum bagi bursa dan penerbit token.
- Indonesia: Bappebti memperluas daftar aset kripto yang boleh diperdagangkan, termasuk token berbasis utilitas dari proyek lokal berteknologi tinggi.
Tren Pasar 2026
- Tokenisasi Aset Nyata (RWA): Emas, obligasi, dan properti mulai diperdagangkan sebagai token di blockchain—menarik minat investor tradisional.
- AI + Blockchain: Proyek yang menggabungkan kecerdasan buatan dan kripto (seperti Fetch.ai, Render) menjadi sorotan.
- Adopsi CBDC: Lebih dari 30 negara kini menjalankan uji coba mata uang digital bank sentral, meski kebanyakan tetap terpisah dari ekosistem kripto terbuka.
Peringatan Pasar
Volatilitas tetap tinggi menjelang halving Bitcoin ke-5 (diperkirakan April 2026). Investor diimbau waspada terhadap proyek meme coin yang kembali marak—banyak di antaranya tidak memiliki fundamental kuat.
Outlook
Analisis mayoritas menyebut 2026 sebagai tahun konsolidasi dan adopsi nyata, bukan hanya spekulasi. Dengan regulasi yang lebih jelas dan infrastruktur yang matang, kripto perlahan bertransformasi dari aset spekulatif menjadi bagian dari sistem keuangan global.